SUKU
Muhammad Dika Bima Satria | Mei 08, 2024
Sejarah
Budaya Kalimantan Selatan sangat erat dengan suku. Urang banjar masih terbagi menjadi 3 sub suku, yakni
ada banjar pahuluan, banjar kuala, dan banjar batang banyu. Pertama dari banjar pahuluan yang
penduduknya bertempat tinggal daerah cabang sungai yang berhulu ke pegunungan meratus dan lembah sungai.
Kelompok ini terdiri dari campuran orang hindu, dan Dayak yang berbahasa melayik.
Banjar kuala
yang merupakan penduduk dari sekitar martapura dan Banjarmasin. Campuran dari orang kuin, Dayak ngaju,
batang banyu, kampung melayu, bugis makasar, orang cina parit yang masuk islam, dan orang kampung jawa.
Banjar batang banyu yang merupakan campuran orang pahuluan, budha, hindhu, jawa hindu majapahit, orang
Dayak bukit, dan lawangan. Mereka biasanya mendiami di lembah sungai bahan.
Filosofi
Suku Banjar berasal dari percampuran beberapa suku, yang menjadi dominan adalah Suku Dayak bukit sebagai
penduduk asli. Kesamaan tersebut dapat diidentifikasi bahasa banjar kuno sedangkan suku Melayu serta
Jawa sebagai imigran yang datang secara besar-besaran yang kemungkinan sekali tidak terjadi dalam satu
gelombang sekaligus. Kesimpulan tersebut di dukung oleh kenyataan yang dapat di lihat dari berbagai
kesamaan dalam budaya Banjar dengan suku-suku tersebut.
Sedangkan asal nama Banjar sendiri
artinya meletakkan pancing di suatu tempat agar kailnya dimakan ikan. Yang mempunyai arti dengan
kehidupan sehari-hari orang Banjar pada masa lalu yaitu yang suka memancing ikan dengan cara
“Membanjur”. Atau mengkail. Tetapi dari beberapa refrensi yang dikatakan oleh Alfani Daud menjelaskan
bahwa kata Banjar berarti baris, dimana rumah orang Banjar yang berbaris-baris di tepi sungai barito
Banjarmasin. Maka kampung tersebut disebut dengan Kampung Banjar, dan ada juga yang menjelaskan bahwa
kata Banjar berasal dari Bandar yang berarti pelabuhan, maka terkenalah Banjarmasin yaitu pelabuhan yang
airnya asin.
Funfact
Ciri khas dari etnis Banjar dapat dilihat dari sistem kekerabatan yang diaplikasikan, di mana orang
Banjar memakai istilah-istilah tradisional tertentu sebagai panggilan keluarga, dan masih digunakan
hingga sekarang.
Berdasarkan pada filsafat hidup serta nilai budaya yang dianut etnis Banjar, di bawah ini adalah
beberapa karakteristik dari masyarakat Banjar:
1. Baiman
Hal ini erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat Banjar, yaitu Islam. Dalam etnis Banjar, setiap
individu harus mengetahui dan mengamalkan rukun iman dan Islam.
2. Bauntung
Orang Banjar harus mempunyai keterampilan. Oleh sebab itu, sejak usia dini masyarakat Banjar sudah
diajari berbagai skill kejuruan di bidang tertentu yang biasanya disesuaikan dengan daerahnya. Misalnya
orang Amuntai, terkenal sebagai ahli membuat furniture.
3. Cangkal
Masyarakat Banjar juga terkenal ulet dan rajin bekerja sehingga bisa mencapai citacita. Hal tersebut
pula yang mendorong kebiasaan merantau pada etnis Banjar.
4. Memiliki Karakter Kuat
Orang Banjar terkenal menjunjung tinggi ucapan pepatah “Di Mana Langit Dipijak, Di Situ Bumi Dijunjung”.
Ini dapat dilihat dari cara para orang tua di Tanah Banjar yang mengajari anakanaknya supaya memiliki
karakter dan tingkah laku berbudi pekerti sejak kecil.