BOROBUDUR
Wifqi Wifakul Azmi| Mei 04, 2024
Sejarah
sejarah awal dibangunnya Candi Borobudur terjadi pada abad ke-8 dan 9 sekitar tahun 800 masehi pada masa
pemerintahan dinasti Syailendra.
Pembangunan Borobudur diprediksi membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun sampai benar-benar
rampung pada masa pemerintahan raja Samaratungga tahun 825.
Meski selesai dibangun, tidak ada catatan sejarah yang menjelaskan siapa sosok yang membangun candi
Borobudur. Pasalnya, pada masa itu agama Hindu dan Buddha berkembang bersamaan di pulau Jawa.
Dinasti Syailendra tercatat sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana sementara di sekitar Borobudur
juga terdapat penganut Hindu aliran Siwa.
Sejumlah arkeolog menduga pembangunan Candi Borobudur mengalami perombakan sebanyak empat kali. Awalnya
pembangunan dimulai dengan meratakan dataran sekitar candi dan memadatkan tanah dengan batu untuk
membentuk struktur piramida.
Sejarah Candi Borobudur erat kaitannya dengan sejarah Buddha di Indonesia
Struktur tersebut kemudian berubah lantaran ditambahnya luas undakan persegi dan melingkar. Kemudian,
Borobudur mengalami perubahan terakhir pada undakan melingkar dan dilakukan pelebaran ukuran pondasi.
Kemegahan Borobudur sempat sirna selama berabad-abad karena terkubur di bawah lapisan tanah dan debu
vulkanik yang kemudian ditumbuhi pohon dan semak belukar hingga menyerupai bukit.
Tidak diketahui alasan pasti Borobudur ditinggalkan penduduknya saat itu. Teori sejarah mengarah pada
erupsi Gunung Merapi dan beralihnya keyakinan penduduk dari Budha ke Islam.
Kembalinya kemasyhuran Candi Borobudur terjadi pada masa Thomas Stamford Raffles saat menjabat sebagai
Gubernur Jenderal di pulau Jawa pada 1811. Penemuan kembali terjadi saat Raffles mendengar terdapat
sebuah bangunan besar tersembunyi jauh di dalam hutan dekat desa Bumisegoro.
Raffles kemudian mengutus seorang Insinyur Belanda bernama Christian Cornelius untuk memeriksanya.
Tersiarnya kabar penemuan kembali Borobudur juga menjadi malapetaka terjadinya kerusakan di banyak
tempat. Sampai pada akhir 1960-an pemerintah Indonesia meminta bantuan kepada UNESCO untuk mengatasi
permasalahan di Candi Borobudur.
Dalam sejarah Candi Borobudur, renovasinya menghabiskan waktu yang lama dan biaya yang besar sampai
penetapan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1991.
Filosofi
- Berbentuk seperti piramida dengan tinggi kira-kira 29 meter dan terdiri lebih dari 500 patung Budha
dan tersusun lebih dari 2 juta batu. Di lihat dari atas, Candi Borobudur terlihat berbentuk mandala
raksasa, secara simbolis menggambarkan perjalanan manusia dari samsara menuju nirwana.
- Relief Candi Borobudur secara sempurna merefleksikan inti ajaran Budha, di mana dunia dibagi menjadi
3 tingkatan hidup yaitu Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia nyata), dan Arupadhatu (dunia
roh).
- Tingkat paling bawah, Kamadhatu, terdiri dari 160 relief yang menggambarkan Karmawibhangga Sutra,
hukum sebab akibat, ilustrasi tingkah laku manusia.
- Pada tingkat kedua, berisi relief patung-patung Budha, menggambarkan bahwa manusia dibebaskan dari
hal-hal duniawi.
- Tingkat terakhir adalah Arupadhatu menggambarkan tempat tinggal dewa.
Funfact
Didirikian pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 dan 9
sekitar tahun 800 masehi pada masa pemerintahan dinasti Syailendra, yang merupakan penganut agama Buddha
Mahayana. Lihat Foto Ilustrasi Candi Borobudur(UNSPLASH/ MARIO LA PERGOLA) Menurut prasasti
Karangtengah, Candi Borobudur dibandung pada 824 masehi oleh Raja Samaratungga ketika masa Wangsa
Syailendra. Baca juga: Tutup Selama Lebaran, Kini Candi Borobudur Buka Lagi Pembangunan Candi Borobudur
selesai pada 874 masehi oleh Ratu Prabudawardhani, putri Samaratungga.
Memiliki ukuran tapak candi sangat luas Candi borobudr memiliki ukuran tapak candi yang sangat luas.
Ukurannya yakni 123 x 123 meter persegi. Lihat Foto Candi Borobudur, Magelang, Jawa
Tengah.(SHUTTERSTOCK/NEW MINDFLOW) Sementara itu, tinggi Candi Borobudur adalah 35,40 meter, terdiri
dari 504 patung Buddha, 72 stupa terawang, dan 1 stupa induk.
Ditemukan kembali oleh Thomas Stamford Raffles Sempat terkubur berabad-abad, candi Borobudur ditemukan
kembali pada 1814 oleh Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles ketika sedang berada di Pulau
Jawa. Lihat Foto Relief Karmawibhangga pada Candi Borobudur (TROPENMUSEUM ) Waktu ia tengah mengadakan
kegiatan di Semarang dan mendapatkan informasi di daerah Kedu telah ditemukan susunan batu bergambar.
Kemudian ia mengutus seseorang untuk membersihkannya. Saat ditemukan Candi Borobudur kemudian diumumkan
dan diperkenalkan lewat buku. Setelah itu, serentak Candi Borobudur terkenal di dunia karena terdiri
dari tumpukan batu berukuran besar.
Memiliki ansambel relief paling lengkap di dunia Di dalam Candi Borobudur, terdapat 2.672 panel.
Ansambel reliefnya paling lengkap di dunia dan tidak ada yang menandingi nilai seninya karena setiap
adegannya merupakan mahakarya utuh. Lihat Foto Ilustrasi Relief Candi Borobudur (UNSPLASH/BILL FAIRS)
Selain itu, ada 504 patung Buddha. Akan tetapi, panel belum lengkap karena 160 di antaranya ditimbun
karena dianggap dan vulgar.
Ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO Lihat Foto Candi Borobudur, wisata populer di
Magelang, Jawa Tengah.(DOK. PUSKOMPUBLIK KEMENPAREKRAF) Pada tahun 1991, United Nations Educational,
Scientific and Cultural Organization atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Persekerikatan
bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan Candi Borobudur sebagai salah satu warisan dunia.